Senin, 22 Juli 2013

Permainan Tradisional (engkleeeek)

Permainan Tradisional udah mulai jarang dimainkan oleh anak2 usia remaja, bahkan untuk anak SD pun sudah jarang yang memilih bermain permainan tradisional di daerahnya..
Apalagi bagi mereka anak-anak yg tinggal di perkotaan, mereka lebih sering bermain GAME ONLINE, atau sibuk dengan KOMPUTER, HP, dll

Padahal permainan tradisional ini adalah permainan yg mengasikkan, selain bisa berbaur dengan teman sebaya, yaaa itung2 olahraga yg menyenangkan laaah :D

ini salah satu permainan tradisional yaang ada di daerah rumahku ..

ENGKLEK (Tapak Kaki)


Engklek adalah permainan tradisional yg umumnya di pakai oleh anak perempuan, tapi karna "mungkin" permainan ini mengasikkan jadii.. banyak juga anak lelaki yang memainkannya, bahkan banyak lebih jagoo loccch sobaat :D

Seperti yang ada pada gambar . permainan ini memulaikan membentuk 3 kotak awal lalu 2 kotak 1 kotak 2 kotak dan setengah lingkaran yang biasanya di sebut gunung.
Engklek adalah permainan yang tidak sulit loh sobat :)

Heeemmm... mungkin ada di antar para sobat yang ingin mengetahui lagi lebih detailnya yaa............
okee deeeeh 

cara bermain dengan engklek tidak sulit kok..

1.Permainan biasanya diawali dengan hompimpa, dan bermainan secara bergiliran..

2.Para pemain harus melompat pada setiap kotak-kotak yang sebelumnya sudah digambarkan pada tanah/aspal, tapi dengan menggunakan 1 kaki..

3.Untuk dapat bermain setiap anak harus mem punyai gacuk, yang biasanya merupakan pecahan genting, pecahan keramik, atau batu datar.

4.Gacuk dilempar ke salah satu kotak yang tergambar di tanah, kotak dengan gacuk yang sudah berada diatasnya tidak boleh diinjaki oleh setiap pemain, jadi para pemain harus melompat ke kotak berikutnya dengan satu kaki mengelilingi kotak-kotak yang ada..

5.Pemain tidak diperbolehkan untuk melemparkan gacuk hingga melebihi kotak yang telah disediakan. Jika ada pemain yang melakukan kesalahan tersebut maka pemain tersebut akan dinyatakan gugur dan diganti dengan pemain selanjutnya..

6.Pemain yang menyelesaikan satu putaran terlebih dahulu melemparkan gacuk dengan cara membelakangi engkleknya, jika gacuk jatuh tepat pada salah satu petak maka petak tersebut akan menjadi daerah kekuasaan pemain. Kemudian pada petak tersebut, pemilik sawah boleh menginjak petak dengan dua kaki, sedangkan pemain lain tidak boleh menginjak petak tersebut selama permainan. Pemain yang memiliki sawah paling banyak adalah pemenangnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar